Selasa, 18 Agustus 2009

Hal Yang Mempengaruhi cara berpikir seorang anak


Cara berpikir akan menimbulkan model berpikir yang berbeda. Perbedaan berpikir tiap-tiap individu dipengaruhi antara lain olah jenis kelamin.

Perbedaan antara laki-laki dan perempuan terdapat dalam anatomis susunan tubuh serta susunan struktural tubuh mereka. Menurut Mahmud (1990: 63) sejak lahir anak laki-laki dan perempuan dibiasakan berperilaku sesuai dengan ketentuan masyarakat yang berhubungan apa yang seharusnya dilakukan anak laki-laki dan anak perempuan.

Purwanto (2002: 20) menyatakan bahwa pada kedua jenis kelamin tersebut terdapat perbedaan sikap, sifat, pembawaan watak, intelegensi yang berbeda. Karena perbedaan tersebut maka dalam perkembangannya akan banyak pula perbedaan anatara anak laki-laki dan perempuan.

Adanya perbedaan putera dan puteri menurut Hurlock (1989: 46) karena sejak lahir anak-anak sudah dilatih untuk berpikir dan bertindak sesuai jenis kelamin mereka ini akan di assosiasikan dalam tindakan dan pengalaman mereka. Ini menjadikan anak berpikir ada hal yang tak pantas dilakukan oleh putera atau sebaliknya.

Perbedaan jenis kelamin mendorong pada munculnya perbedaan kegemaran. Menurut Kartono (1992: 185) puteri lebih menyukai masalah kehidupan yang praktis dan kongkret sedang putera lebih dekat dengan kejiwaan yang bersifat abstrak.

Perbedaan jenis kelamin juga sering dihubungkan dengan prestasi belajar. Putera mencapai nilai yang lebih tinggi pada pengetahuan mekanis (sistem kerja) sedangkan puteri pada ingatan. Penelitian yang dilakukan tahun 1990 dalam Hasibuan (2007) menyatakan kemampuan putera dalam matematika lebih tinggi,tapi ini tergantung dari bagaimana cara mengajarnya. Oleh karena setiap siswa itu unik maka pembelajaran yang sesuai sangat membantu tercapainya penguasaan materi.

Selasa, 23 Juni 2009

SAHABAT

Saat aku kembali menulis di blog ini, ada setitik eh salah sebongkah eh salah lagi sekarung *jadi mulai lebay* rindu pada sahabat-sahabatku. mereka sekarang nun jauh disana, tapi tetap dihati. nulis sambil mendengarkan lagunya Vicky sianipar. Akhir-akhir ini lagu ini selalu ada di playlist mp3 ku. I love this song much,...
Untuk mengabadikan aku mau tulis copyan lyricnya disini ah,,,

Viky Sianipar feat. Ihsan Akbar – Sahabat

Terhentak ku dan berkaca
Kala senyummu memanggilku ‘tuk kembali
Tlah sebegitu jauhnya
Entah mengapa ku harus berhenti

Indah gelap temaram pernah disini
Namun senyummu tetap ada

Reff:
Lalui indahnya dunia
Silih berganti rasakan semua yang ada
Bertahanlah tetaplah denganku
Ku perlu itu semua

Rasa itu memanggilku
Sesuatu yang dulu ku rindu
‘tuk kembali dan ulangi semua denganmu
Dan aku yakin kau di sana

Ku pernah jadi yang terbaik
Tapi terkadang aku neraka bagimu
Mengajakmu ‘tuk bersama
Lalu tanpa bicara aku pergi

Indah gelap temaram pernah disini
Namun senyummu tetap ada

Back to Reff:

Untukku engkau ada
Denganmu aku bertahta
Lengkapi aku slalu
Oh sahabat oh

Back to Reff:

Sahabat selamanya bersama

wah,, pokoknya co cwittttttttttt.................


loph u all my prend,,, dimanapun kapanpun,, aku akan tetap menyangi kalian,,


Thanks selama ini sudah mengajari aku arti persahabatan, dan mau menemani ku dalam suka dan duka,,,

Dan, maapkan segala salahku,,,,,


LOVE U ALL


kembali lagi

setelah lama tak nulis di Blog. Saya kembali lagi, lama tek menulis karena mulai asyik dengan mainan baru. Banyak hal sebenarnya yang ingin saya tulis, tapi begitu berhadapan dengan keyboard ide itu seakan membeku.
hal ini seperti tema pada saat saya mengikuti talk show tentang menulis. disana ada dua orang panelis (sebenarnya ada 3, tapi yang 1 ijin) membahas tentang bagaimana menulis, salah seorang panelis mengakatan menulis itu semudah mengobrol, tetapi yang satunya mengatakan bahwa menulis itu tidak semudah mengobrol.
menurut saya menulis itu ga semudah ngobrol. bayangkan kalo ngobrol aja bisa berjam-jam, berkalimat kalimat, tapi giliran menulis,, bush,,,,,,,,,, mlempem kaya krupuk yang toplesnya dah di buka berhari-hari. jadi rasanya awal menulis bagi saya sangat susah. dan bagi saya menulis dan ngobrol itu jauh berbeda.
Sebab pada dasarnya menulis adalah kegiatan yang didominasi aspek kognitif dan mengobrol adalah aktivitas sosioafektif yang lebih didominasi aspek afektif dan motorik. jadi menulis dan ngobrol sangatlah berbeda.
wah malah jadi ngelantur,,
tapi diantaranya inilah alasan saya mengapa saya lama tak menulis.

Senin, 05 Januari 2009

huh...banyaknya tugasku....

Pertama-tama.... marilah saya panjatkan syukur,,, karena masih bisa ngeblog lagi hari ini....
beberapa hari belakangan ini sibuk banget,,, diantaranya sibuk kuliah, sibuk ke acara kawinan (salah deng nikahan tepatnya, kan beda nikah dg kawin,, tau bedanya??). dan satu lagi sibuk nyari kerjaan, seperti yang kita tahu mahasiswa seperti saya ini adalah pengangguran terselubung (tapi kami inilah yang menjadi sasaran para caleg). hiks..hiks..."mulai nangis dengan air mata terurai.."

Akibat dari kesibukanku yang sak abrek tadi (walah_walah sok banget ya), tugas kuliahku terabaikan, tapi hal terbesar yang membuat ini terabaikan adalah faktor MALASisme yang melekat padaku dari lahir sampai sekarang. tugas ini harus diserahkan pas UAS nanti, tapi apa yang terjadi semua belum ada yang saya kerjakan,, betapa malangnya diriku.

Maka mulai hari ini saya berjanji dengan sepenuh hati akan mengerjakan tugas ini dengan baik. dimulai dengan cari inpo (sumber) tentang etnografi dan fenomenologi, karena menurut saya ini lah bagian ter............... dalam tugas saya (silahkan isi titik-titik dengan kata sesukamu).
Tapi sepertinya minggu depan masih dapat tambahan tugas lagi deh. jadi yo siap-siap jadi mBak-mbak rental beberapa hari kedepan, dengan modal jari tangan, mata yang normal (tidak ngantuk), beberapa lembar buku saya akan bekerja dengan sungguh-sungguh. Tapi jangan sampai membeli camilan dalam saat seperti ini karena camilan hanya akan melemahkan semangat kita (saya pada khususnya). Dari hasil penelitian yang dilakukan, camilan dapat membuat perut anda kenyang_kenyang membuat anda ngantuk_ngantuk membuat kiata akan lebih cepat tertiduR_tidur akan menjadikan kita gagal buat tugas (silahkan mau percaya atau tak percaya, semua terserah anda!!!).

Dan pada akhir dari tulisan ini saya mohon bagi pembaca (kalau ada yang mbaca) mari kita panjatkan doa bersama semoga tugas-tugas saya bisa selesai pada waktunya..amien..amien..

Jumat, 28 November 2008

PerTamax Turun......

Kemarin liat Berita Pertamax Turun sekarang Rp 6800,00.
pengen nyoba beli sih.... tapi gimana wong motorku isinya premium, sebenerE pengen nyoba ngisi pertamax, trus liat da perubahane ga... tapi takut kalau-kalau nantinya ketagiahan pertamax, trus harganE melambung lagi...
hi.hi.hi. serem. dapat uang dari mana coba??

Oia, da cerita saat aku beli bensin kemarin,,
"Dengar cerita bahwa Pertamax dah turun dengan drastis, kemarin da pembeli premium (belinya di pedagang eceran ,, bukan SPBU)... bilang gini 'Mas satu liter berapa?' si penjual jawab 'Enam ribu lima ratus, pak'. si bapak tadi kaget 'Lho, Mas Pertamax aja sekarang enem ribu delapan ratus, trus bensin juga turun kan ?, sekarang jadi lima ribu lima ratus?'. penjual kesal lalu bilang 'Pak, kalu liat berita sing lemgkap, jo sok tau! bensin turun tu masih besok,, gimana jadi beli gak?'. karena malu akhirnya siBapak tadi ga jadi beli."
tu tadi gambaran orang yang tahu info cuma separo-separo akhirnya malah merepotkan orang lain....

Kelangkaan Katak


Katak sudah mulai langka? kaget juga ya, ternyata katak alias kodok sudah mulai langka. Tetapi suara riuh mereka saat menjadi pawang pemanggil hujan memang sudah tidak seperti ketika saya masih kecil suara kodok-kodok itu begitu riuh, sekarang suarakodok-kodok itu cenderung pelan tidak terdengar banyak kodok bersuara.
fakta ini baru saja saya baca di salah satu artikel milik Seputar Indonesia dengan judul ' Daftar Kodok Indonesia Yang Terancam Punah'. Ternyata memang beberapa katak alias kodok sudah hampir punah diantaranya yaitu: jenis Kodok dari Papua, Kodok Merah (terdapat dihutan tropis dataran tinggi Jawa Barat), Kodok Pohon Ungaran (terdapat di hutan tropis jawa tengah), Kongkang Jeram , Kodok Pohon Mutiara , Kodok Pohon Kaki Putik , dan Kodok Pohon Jawa.
jika kodok punah nanti apakah kita hanya akan menceritakan bahwa dulu pernah hidup binatang amfibi (hidup di dua alam daratan dan perairan) dengan kaki empat (dua panjang, dua pendek), bermata belo, jalannya lompat-lompat. ataukah cukup dengan gambar saja?
kepunahan kodok tentu tidaklah lepas dari ulah para manusia. mereka punah karena banyak habitat mereka yang rusak, bahkan tak jarang ada yang memburu mereka untuk dimakan, kulitnya untuk souvenir.
jadi bila kita tidaki ingin mereka punah marilah kita sayangi mereka. jangan rusak habitat mereka, jika anda ingin menjadikan mereka sumber nafkah anda peliharalah (budi dayakan mereka dengan baik. mereka juga sama seperti kita Makhluk yang diciptakan Allah, sama-sama punya hak untuk hidup. Jadi nanati kalau ada ank kecil bertanya seperti apa kodok itu kita akan dengan mudah menunjukkan pada mereka.

Yang ada pada tampilan gambar ini hanyalah kodok merah salah satu jenis kodok yang hampir punah dengan status kritis. (diperoleh dari google).


Kamis, 27 November 2008

dEE

Malaikat Juga Tau....

Lelahmu jadi lelahku juga
Bahagiamu bahagiaku juga
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri

Meski seringkali kau malah asyik sendiri
Karena kau tak lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian
Tetapi kesempatan untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Kupercaya diri
Cintaku yang sejati

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Engkau selalu bercanda andai wajahku diganti
Relakan ku pergi
Karna tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat terkadang malaikat
Tak bersayap tak cemerlang tak rupawan
Namun kasih ini silakan kau adu
Malaikat juga tahu Aku kan jadi juaranya