
Perbedaan antara laki-laki dan perempuan terdapat dalam anatomis susunan tubuh serta susunan struktural tubuh mereka. Menurut Mahmud (1990: 63) sejak lahir anak laki-laki dan perempuan dibiasakan berperilaku sesuai dengan ketentuan masyarakat yang berhubungan apa yang seharusnya dilakukan anak laki-laki dan anak perempuan.
Purwanto (2002: 20) menyatakan bahwa pada kedua jenis kelamin tersebut terdapat perbedaan sikap, sifat, pembawaan watak, intelegensi yang berbeda. Karena perbedaan tersebut maka dalam perkembangannya akan banyak pula perbedaan anatara anak laki-laki dan perempuan.
Adanya perbedaan putera dan puteri menurut Hurlock (1989: 46) karena sejak lahir anak-anak sudah dilatih untuk berpikir dan bertindak sesuai jenis kelamin mereka ini akan di assosiasikan dalam tindakan dan pengalaman mereka. Ini menjadikan anak berpikir ada hal yang tak pantas dilakukan oleh putera atau sebaliknya.
Perbedaan jenis kelamin mendorong pada munculnya perbedaan kegemaran. Menurut Kartono (1992: 185) puteri lebih menyukai masalah kehidupan yang praktis dan kongkret sedang putera lebih dekat dengan kejiwaan yang bersifat abstrak.
Perbedaan jenis kelamin juga sering dihubungkan dengan prestasi belajar. Putera mencapai nilai yang lebih tinggi pada pengetahuan mekanis (sistem kerja) sedangkan puteri pada ingatan. Penelitian yang dilakukan tahun 1990 dalam Hasibuan (2007) menyatakan kemampuan putera dalam matematika lebih tinggi,tapi ini tergantung dari bagaimana cara mengajarnya. Oleh karena setiap siswa itu unik maka pembelajaran yang sesuai sangat membantu tercapainya penguasaan materi.


